LONDON, kompas..com — Membagikan alat kontrasepsi secara gratis ke masyarakat negara berkembang membantu memperlambat pertumbuhan penduduk sehingga diharapkan dapat mencegah eksesnya terhadap perubahan iklim. Menurut laporan jurnal medis Inggris, Lancet, lebih dari 200 juta perempuan di seluruh dunia berharap mendapatkan akses alat kontrasepsi gratis,
Tidak terkabulnya harapan tersebut telah berbuntut ke 76 juta kehamilan yang tidak dikehendaki setiap tahunnya. Dalam tajuk rencananya, editor Lancet menerangkan, jika para perempuan itu memiliki akses gratis terhadap kondom atau metode keluarga berencana lainnya, maka angka pertumbuhan penduduk dapat ditekan. Hal itu pun diperkirakan dapat mengurangi ekses negatif terhadap lingkungan.
Komentar yang beredar merespons jurnal kesehatan itu menyebutkan, "Saat ini bermunculan debat dan kepentingan yang mengaitkan hubungan antara kedinamisan jumlah penduduk, HAM, kesehatan reproduksi, dan hubungan seks."
Penduduk dunia diproyeksikan melonjak hingga 9 juta jiwa menjelang 2050. Sebanyak 90 persen dari angka pertumbuhan itu berasal dari negara-negara berkembang.
Ini bukan pertama kalinya isu gaya hidup dikaitkan dengan kampanye memerangi pemanasan global. Sejumlah pakar perubahan iklim sebelumnya merekomendasikan agar konsumsi daging hewan dikurangi untuk memperlambat pemanasan global dengan kehadiran lebih banyak hewan yang berperan dalam menjaga keseimbangan alam.
Lancet yang mengutip sebuah laporan di Inggris menjelaskan bahwa program keluarga berencana lima kali lebih murah dibandingkan dengan penerapan teknologi pada umumnya untuk memerangi perubahan iklim. Menurut laporan itu, setiap 7 dollar AS yang digunakan bagi program keluarga berencana setara manfaatnya dengan pengurangan emisi karbon dioksida lebih dari 1 juta ton.
Beberapa pakar yakin, pertumbuhan penduduk yang normal memiliki kemungkinan kecil untuk secara signifikan meningkatkan risiko pemanasan global. Sementara itu, ledakan jumlah penduduk di negara berkembang dikhawatirkan dapat mengarah pada kenaikan permintaan terhadap bahan pangan dan tempat tinggal sehingga rentan berimplikasi pada perubahan iklim yang berisiko menimbulkan pemanasan global.
Jadi kesimpulannya..
Perubahan Iklim dapat diantisipasi dengan:
1). Menekan Laju pertubuhan penduduk dengan cara menggunakan kondom melaksanakan program Keluarga Berencana.
2). Mengurangi konsumsi makanan daging hewan untuk memperlambat pemanasan global dengan kehadiran lebih banyak hewan yang berperan dalam menjaga keseimbangan alam.
"Penduduk dunia diproyeksikan melonjak hingga 9 juta jiwa menjelang 2050. Sebanyak 90 persen dari angka pertumbuhan itu berasal dari negara-negara berkembang".
Bayangin aja, gimana efeknya kalo pertumbuhan penduduk begitu tinggi untuk beberapa tahun kedepan, efek yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:
1). Kenaikan pertumbuhan penduduk tidak diikuti dengan kenaikan luas lahan / daratan yang dapat ditinggali / dihuni oleh penduduk.
2). Kenaikan pertumbuhan penduduk dapat menyebabkan jumlah pengangguran lebih banyak.
3). Kenaikan pertumbuhan penduduk, seperti yang telah dibahas diatas, dapat menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim dunia secara drastis.
4). Kenaikan pertumbuhan penduduk berjalan lurus dengan kenaikan terhadap permintaan bahan pangan dan tempat tinggal sehingga rentan berimplikasi pada perubahan iklim yang berisiko menimbulkan pemanasan global.
Jadi, buat yang perduli dengan BUMI kita, kalaupun kita tidak bisa melakuan sesuatu hal yang signifikan terhadap perubahan iklim dunia, tetapi kita bisa memulainya dari hal-hal kecil di sekitar lingkungan kita..
Kalau bukan kita, siapa lagi??
SALAM LESTARI...!!!!!!!!!!!!
Malu beli kondom bisa beli lewat internet-online : http://www.kondomku.com/
Coffee and Me :)
5 minggu yang lalu

